Benua-Benua Dunia
Asia
Benua Asia terletak pada 26°BT - 170°BT dan 11°LS - 80°LU.
Hampir seluruh wilayahnya berada di belahan bumi utara, dan hanya sebagian kecil yang berada di belahan bumi selatan, termasuk Indonesia.
Batas Benua Asia:
- Sebelah utara Samudra Arktik
- Sebelah selatan Samudra Hindia di selatan,
- Sebelah barat Benua Eropa, Pegunungan Ural, Laut Kaspia, Laut Hitam, Selat Bosporus, Selat Dardanella, Laut Tengah, Terusan Suez, dan Laut Merah
- Sebelah timur serta dengan Selat Bering dan Samudra Pasifik di timur
Wilayahnya membentang dari Turki di bagian barat sampai Rusia di bagian timur. Benua Asia juga meliputi Indonesia di selatan sampai Rusia di utara mendekati kutub utara. Dibandingkan dengan negara lainnya di Asia, maka Rusia adalah negara terluas di Benua Asia.
Benua Asia terbagi menjadi beberapa wilayah atau region yaitu Asia Barat atau Asia Barat daya (Asia Timur Tengah), Asia Tengah, Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Rusia.
Masing-masing wilayah memiliki ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan wilayah lainnya. Pembagian tersebut lebih didasari oleh perbedaan budaya dibandingkan aspek fisik wilayah.
Benua Amerika sering disebut juga sebagai Benua Merah. Sebutan itu didapat karena di benua tersebut terdapat Suku Indian. Suku Indian tidak berkulit merah namun sebenarnya kulit mereka berwarna merak karena dilumuri dengan cat merah.
Batas benua Amerika:
- Sebelah utara: Samudra Arktik
- Sebelah selatan: Laut Weddel, Samudra Atlantik, dan samudera pasifik
- Sebelah timur: Samudra Atlantik
- Sebelah barat: Samudra Pasifik
Secara geografis, Amerika terbagi atas empat kawasan atau region yakni kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara, Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia yang terletak di sekitar Amerika bagian tengah. Sejumlah ahli geografi berpendapat bahwa Meksiko masuk ke dalam wilayah Amerika Tengah.
Nama Antarktika adalah romanisasi kata majemuk dari bahasa Yunani ἀνταρκτική (antarktiké) atau ἀνταρκτικός (antarktikos)[7] yang berarti "berlawanan dengan Arktik", "berlawanan dengan utara".[8]
Selain itu nama antarktika juga merujuk pada tempat lain seperti koloni Prancis yang didirikan di Brasil pada abad ke-16 disebut "France Antarctique".
Penggunaan secara resmi pertama penamaan "Antarktika" sebagai nama benua pada tahun 1890 dikaitkan dengan kartografer dari Skotlandia, John George Bartholomew.
Antarktika tidak memiliki penduduk asli dan tidak ada bukti terlihat oleh manusia sampai abad ke-19. Namun, keyakinan akan keberadaan Terra Australis, benua besar di ujung selatan dari dunia telah ada sejak zaman Ptolemeus (abad ke-1 Masehi). Asal usul nama "Antarktika" berawal dari sebuah keyakinan kuno tentang Terra Australis yaitu daratan tidak akan ditemukan lebih jauh lagi ke selatan Australia dan Australia sebagai ujung dari selatan dunia. Penjelajah Matthew Flinders, khususnya, mempopulerkan perubahan nama Terra Australis ke Australia. Dia membenarkan sertifikasi dalam pendahuluan bukunya A Voyage to Terra Australis (1814) dengan menulis:
Dugaan Terra Australis menjadi landasan James Cook untuk menjelajah benua besar di ujung selatan pada tanggal 17 Januari 1773 melintasi Lingkaran Antarktika sekitar 75 mil (120 km) dari pantai Antarktika,[10] kemudian pada bulan Desember 1773 dan pada bulan Januari 1774.[11] Penampakan pertama Antarktika dikonfirmasi dapat dipersempit ke para kapten awak kapal oleh tiga orang.Menurut berbagai organisasi (National Science Foundation,[12] NASA,[13] Universitas California, San Diego,[14] dan sumber-sumber lain),[15][16] mengkorfirmasi tentang penjelahan untuk melihat Antarktika pada tahun 1820 oleh Fabian von Bellingshausen dan Lazarev yang mencapai titik 32 km dari Queen Maud Land (69°21′28″S 2°14′50″W[17]) yang dikenal sebagai Fimbul, Edward Bransfield dan Nathaniel Brown Palmer. Ekspedisi yang dipimpin oleh von Bellingshausen ini terjadi tiga hari sebelum daratan terlihat oleh Bransfield, dan sepuluh bulan sebelum Palmer melakukannya di November 1820.
Sedangkan pendaratan pertama di Antarktika didokumentasikan oleh John Davis di Teluk Hughes, dekat Cape Charles, di Antarktika Barat pada tanggal 7 Februari 1821, meskipun beberapa sejarawan membantah klaim ini.[18][19] Yang pertama dicatat dan dikonfirmasi pendaratan berada di Cape Adair pada tahun 1895[20]
Dua hari setelah penemuan pantai barat Kepulauan Balleny pada tanggal 22 Januari 1840, beberapa anggota awak ekspedisi Jules Dumont d'Urville yang berlangsung pada tahun 1837-1840 mendarat di pulau tertinggi[21] dari sekelompok pulau berbatu sekitar 4 km dari Cape Géodésie di pantai Daratan Adélie di mana mereka mengambil beberapa contoh mineral, ganggang dan hewan.[22]
Pada bulan Desember 1839, sebagai bagian dari Ekspedisi Menjelajahi Amerika Serikat dari tahun 1838-1842 yang dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (kadang-kadang disebut "Ex. Ex.", Atau "Wilkes Expedition"), sebuah ekspedisi berlayar dari Sydney, Australia, hingga ke Samudra Antarktika, seperti yang kemudian diketahui, melaporkan penemuan "dari benua Antarktika barat dari Kepulauan Balleny" pada tanggal 25 Januari 1840 bagian dari Antarktika itu kemudian bernama "Wilkes Land", nama itu dipertahankan sampai hari ini.
Penjelajah James Clark Ross melewati yang sekarang dikenal sebagai Laut Ross dan menemukan Pulau Ross (keduanya diberi nama baginya) pada tahun 1841. Dia berlayar di sepanjang dinding besar es yang kemudian bernama Lapisan Es Ross. Gunung Erebus dan Gunung Teror diberi nama dari dua kapal setelah ekspedisi: HMS Erebus dan Terror.[23] Mercator Cooper mendarat di Antarktika Timur pada tanggal 26 Januari tahun 1853.[24]
Selama Ekspedisi Nimrod yang dipimpin oleh Ernest Shackleton pada tahun 1907, kelompok yang dipimpin oleh Edgeworth David menjadi orang pertama yang mendaki Gunung Erebus dan mencapai Kutub Magnetic Selatan.[25] Selain itu, Shackleton dan tiga anggota lain dari ekspedisi membuat beberapa pengalaman pertama di Desember 1908 - Februari 1909: adalah manusia pertama yang melintasi Lapisan Es Ross, yang pertama untuk melintasi Pegunungan Transantarktika (melalui Gletser Beardmore), dan yang pertama menginjakkan kaki di Dataran tinggi Kutub Selatan. Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh penjelajah kutub Norwegia Roald Amundsen menggunakan kapal Fram menjadi orang pertama yang mencapai geografis Kutub Selatan pada tanggal 14 Desember 1911, menggunakan rute dari Teluk Paus dan naik ke Gletser Axel Heiberg.[26] Satu bulan Ekspedisi Scott mencapai kutub . Richard Evelyn Byrd memimpin beberapa pelayaran ke Antarktika dengan pesawat pada tahun 1930-an dan 1940-an. Dia dikreditkan dengan menerapkan mekanik transportasi darat di Antarktika dan melakukan penelitian geologi dan biologi yang luas.[27] 31 Oktober 1956, Angkatan Laut Amerika Serikat yang dipimpin oleh Laksamana George J. Dufek berhasil mendarat dengan pesawat.[28]
Iklim[sunting | sunting sumber]
Antarktika adalah tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85 dan -90 derajat Celsius di musim dingin dan 30 derajat lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan. Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh benua ini diselimuti es setebal rata-rata 2,5 kilometer.
Tergantung pada lintangnya serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami manusia tidak terdapat di benua ini.
Flora dan fauna[sunting | sunting sumber]
Hewan yang umum dijumpai di wilayah ini adalah pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, tetapi pinguin merupakan penyelam yang ulung. Hewan lainnya adalah singa laut, anjing laut,paus,dan beruang kutub.
Populasi[sunting | sunting sumber]
Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang tinggal di Antarktika dalam satu waktu namun bergantung juga terhadap musim. Orang yang tinggal di Antarktika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya. Walau tidak ada pemukim tetap, 29 negara yang menandatangani Traktat Antarktika memiliki stasiun riset yang umumnya selalu digunakan sepanjang tahun.
Banyak yang menganggap bahwa manusia pertama yang dilahirkan di Antarktika adalah Solveig Gunbjörg Jacobsen, tepatnya di Grytviken, pulau Georgia Selatan pada tanggal 8 Oktober 1913. Namun dikarenakan pulau ini tidak dianggap sebagai bagian dari benua Antarktika, maka Emilio Marcos Palma (lahir 7 Januari 1978) sampai sekarang adalah orang pertama yang lahir di benua Antarktika. Ia adalah seorang warganegara Argentina. Lalu pada tahun 1986 dan 1987 di stasiun Chili lahir pula seorang anak lelaki dan perempuan.
Benua Eropa dijuluki sebagai benua biru karena dua alasan. Pertama, mayoritas penduduk Eropa memiliki bola mata berwarna biru. Kedua, sejak zaman dahulu, banyak kerajaan terkenal berada di Eropa sehingga dikenal adanya istilah darah biru (bangsawan).
Benua Eropa secara fisik sebenarnya menjadi satu dengan daratan Asia. Keduanya hanya dipisahkan oleh sebuah pegunungan yaitu Pegunungan Ural.
Namun, umumnya Eropa dan Asia masing-masing dianggap sebagai benua karena kedua benua tersebut memiliki budaya yang berbeda.
Jika dilihat letaknya, Benua Eropa berada di luar wilayah tropis. Artinya, iklim di wilayah Benua Eropa adalah subtropis dan sedang. Karena posisinya, Benua Eropa mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.
Secara geografis, Benua Eropa berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Laut Tengah di selatan, Samudra Atlantik di barat, serta Asia di timur. Batas Benua Eropa dengan Benua Asia adalah Pegunungan Ural, Selat Dardanella, dan Laut Kaspia.
Eropa terbagi atas empat kawasan atau region yakni kawasan Eropa Barat, Eropa Timur, Eropa Selatan, dan Eropa Utara.
Ini berarti Benua Afrika dilewati garis khatulistiwa, sehingga sebagian wilayahnya beriklim
tropis. Karena posisinya lintangnya, sebagian besar wilayah ini beriklim tropis kecuali bagian paling utara dan paling selatan.
Di kedua wilayah tersebut, iklim mulai memasuki zona subtropis. Keadaan iklim tersebut disebabkan oleh wilayah yang sangat luas dan dipagari plato.
Benua Afrika berbatasan dengan Laut Tengah di utara, Samudra Hindia di selatan dan timur, serta Samudra Atlantik di barat.
Ini berarti ada bagian Australia yang memiliki iklim tropis, yaitu Australia bagian utara yang
berdekatan dengan Indonesia. Sebagian wilayah lainnya beriklim subtropis dansedang.
Berikut ini batas-batas geografis wilayah Australia.
- Sebelah utara berbatasan dengan Laut Timor, Laut Arafuru, dan Selat Torres.
- Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Pasifik, Laut Tasman, dan Laut Coral.
- Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.
- Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia.
Hanya satu negara dalam satu benua merupakan keunikan lainnya dari Benua Australia, sehingga negara Australia memiliki luas wilayah yang sangat besar. Meski demikian sekitar dua pertiga wilayahnya berupa gurun.
Australia terdiri atas delapan negara bagian yaitu Australia Utara, Australia Selatan, Australia Barat, Victoria, New South Wales, dan Queensland, Tasmania dan Daerah Khusus Ibukota.
New South Wales merupakan negara bagian paling tua dan paling banyak penduduknya. Negara bagian terluas adalah Australia Barat. Victoria merupakan negara bagian terkecil dan terpadat kedua.
Pak gak soal nya pak
BalasHapusBagaimana cara menukan jwb pak
BalasHapus