Dampak Interaksi Antarruang

 Pusat Pertumbuhan

Pergerakan orang, barang, dan jasa pada suatu lokasi tertentu akan menimbulkan pemusatan aktivitas manusia pada lokasi tujuan.

Pemusatan aktivitas penduduk tersebut kemudian membentuk daerah perkotaan.

Daerah perkotaan merupakan pusat pertumbuhan suatu wilayah karena sebagian besar aktivitas terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Semakin banyak penduduk yang datang dari suatu kota akan disertai dengan kebutuhan tempat tinggal.

Akibatnya terjadi alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi permukiman, perdagangan, jasa, industri, dan lainya. 

Daerah yang menjadi tujuan pergerakan penduduk akan dihuni oleh mereka yang memiliki pekerjaan beragam. 

Jenis pekerjaan juga berkembang karena adanay kebutuhan akan barang dan jasa yang semakin beragam.

Orientasi pekerjaan berubah dari yang tadinya berorientasi pada sumber daya alam, khususnya petani, menjadi pekerjaan lainnya.

Pembangunan sarana dan prasarana akan semakin meningkat semakin dengan meningkatnya pergerakan orang, barang dan informasi antarwilayah.

Kendaraan, jalan, fasilitas umum, pusat-pusat perdagangan dan lain-lain terus bertambah seiring dengan meingkatnya interaksi keruangan.

Terjadinya interaksi sosial antar anggota masyarakat akan disertai dengan pengaruh, terkait norma dan nilai yang dianut oleh masing-masing individu.

Kelompok masyarakat pendatang dan penduduk asli saja memiliki nilai dan norma yang berbeda-beda.

Perubahan sosial juga menyangkut status sosial dan aspek budaya karena penduduk pendatang dan penduduk asli dapat memiliki budaya yang berbeda.

Interaksi keruangan dalam bentuk pergerakan orang akan menimbulkan konsentrasi penduduk dalam suatu wilayah.

Penduduk tersebut memilii latar belakang yang berbeda, misalnya agama, status sosial, usia, dan jenis kelamin.

Akibatnya komposisi penduduk berubah dari yang awalnya relatif seragam kemudian menjadi beragam.


Komentar