Memanfaatkan Persaingan Sebagai Peluang Untuk Meraih Keunggulan Ekonomi Bangsa

    Indonesia sebagai negara agraris yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah memiliki peluang untuk meraih keunggulan ekonomi bila Indonesia mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya. Persaingan yang terjadi dalam pasar internasional harus mampu dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa.

    Seperti diketahui, perdagangan internasional dipengaruhi oleh keunggulan komparatif (comparative advantage) dan keunggulan mutlak (absolute advantage). Keunggulan mutlak terjadi apabila suatu Negara menghasilkan komoditi tertentu lebih efisien dengan biaya murah dibandingkan Negara lain. Hal itu senada dengan yang diungkapkan pleh adam smith bahwa perdagangan dua Negara akan terjadi bila tiap Negara memiliki kekuatan memproduksi barang tertentu. Keunggulan komparatif merupakan pelengkap dari keunggulan mutlak. Suatu Negara memiliki keunggulan komparatif bila mampu melakukan spesialisasi produksi barang dan jasa dengan produktivitas dan efisien tinggi. 
    
    Berdasarkan keunggulan mutlak dan komparatif di atas, Indonesia memiliki komoditas unggulan bagi pasar dunia yakni hasil pertanian, perkebunan, tambang dan industry dan merupakan produk unggulan di wilayah ASEAN.  Adapun produk unggulan Indonesia antara lain: sawit, karet, kopi, kakao, cengkeh, rempah-rempah, timah, batu bara, emas, tembaga, nikel, bauksit, tekstil, kertas, dan pulp. 

    Keikutsertaan Indonesia dalam perdagangan internasional dapat menimbulkan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, banyak tantangan yang harus dihadapi seperti eksploitasi SDA, eksploitasi ekonomi, pudarnya identitas budaya, meluasnya budaya barat dan rusaknya lingkungan hidup. Terlepas dari itu semua, Indonesia memiliki peluang yang besar dalam pasar bebas bila mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dan sumber tenaga kerja yang melimpah dengan baik sehingga menghasilkan barang yang mampu bersaing di pasar internasional dengan biaya produksi yang murah.

    Kesimpulan dalam memanfaatkan persaingan sebagai peluang untuk meraih keunggulan ekonomi bangsa adalah sebagai berikut:
  1. Mencari peluang atau celah untuk tampiil unggul
  2. Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  3. Meningkatkan daya saing dan daya beli masyarakat.
  4. Menghilangkan sistem monopoli.
  5. Menunjukkan kemampuan bangsa.

Penjelasan lebih lanjut :

    Ekonomi Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang berkembang di dunia yang terbesar di Asia Tenggara setelah China dan India. Ekonomi Indonesia menempatkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-16 di dunia yang artinya Indonesia meerupakan anggota G-20.

    Selama dua dekade, Indonesia membangkitkan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh kegiatan Industri, perdagngan yang berbasis eksport untuk menggerakan Indonesia untuk masuk sebagai salah satu dari The East Asia Miracle pada tahun 1990an di mana pada masa itu Indonesia mampu menciptakan stabilitas politik, sosial dan pertahanan-keamanan yang menjadi pondasi ekonomi yang kuat dalam membangun dan bertumbuh.

    Berikut adalah daftar PDB (Pendapatan Domestik Bruto) Indonesia pada tahun 1980 hingga 2010.

1980 dengan PDB Rp.60.143.191, 1985 dengan PDB Rp.  112.969.792 dengan pertumbuhan 13.5%, 1990 dengan PDB Rp. 223.013.290 dengan pertumbuhan 15.5%, 1995 dengan PDB Rp. 502.249.558 dengan pertumbuhan 16.6%, 2000 dengan PDB Rp. 1.389.769.700 dengan pertumbuhan 22.6%, 2005 dengan PDB Rp. 2.678.664.096 dengan pertumbuhan 14.0%, 2010 dengan PDB Rp. 6.422.918.230 dengan pertumbuhan 19.1%





Komentar