Mobilitas Sosial
Apa itu mobilitas sosial?
Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain, baik lebih tinggi maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya.
Misalnya:
Seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang.
Seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil, lalu membukan usaha lain, namun gagal dan akhirnya jatuh miskin.
Misalnya:
Seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang.
Seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil, lalu membukan usaha lain, namun gagal dan akhirnya jatuh miskin.
Mobilitas vertikal adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial yang lain yang tidak sederajat.
Mobilitas vertikal ke atas terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang atau naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi.
Mobilitas vertikal ke bawah merupakan proses penurunan kedudukan seseorang.
Proses ini seringkali menimbulkan gejolak kejiwaan bagi seseorang karena ada perubahan hak dan kewajibannya. Misalnya seorang manajer perusahaan pensiun, turun jabatan, atau dipecat.
Proses ini seringkali menimbulkan gejolak kejiwaan bagi seseorang karena ada perubahan hak dan kewajibannya. Misalnya seorang manajer perusahaan pensiun, turun jabatan, atau dipecat.
Mobilitas horisontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan yang sama.
Contoh:
Pak Zahri adalah Kepala SMPN 3 Semarang kemudian dipindahtugaskan menjadi Kepala SMP 9 Demak.
Contoh:
Pak Zahri adalah Kepala SMPN 3 Semarang kemudian dipindahtugaskan menjadi Kepala SMP 9 Demak.
Struktur masyarakat Indonesia sangat terbuka. Orang miskin dapat mengalami mobilitas setinggi-tingginya bahkan menjadi presiden.
Pada masa sekarang banyak orang miskin yang menjadi kaya karena kegigihannya dalam berusaha. Demikian halnya banyak kasus orang kaya tiba-tiba miskin karena terlena dengan kekayaanya, lantas menjadi santai menjalani hidup.
Pada masa sekarang banyak orang miskin yang menjadi kaya karena kegigihannya dalam berusaha. Demikian halnya banyak kasus orang kaya tiba-tiba miskin karena terlena dengan kekayaanya, lantas menjadi santai menjalani hidup.
Keberhasilan individu sangat ditentukan sikap dan perilaku individu tersebut.
Contoh:
Dua orang sarjana dari perguruan tinggi yang sama-sama melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Hanya satu orang yang diterima karena dianggap memiliki ambisi dan komitmen dalam hidup.
Contoh:
Dua orang sarjana dari perguruan tinggi yang sama-sama melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Hanya satu orang yang diterima karena dianggap memiliki ambisi dan komitmen dalam hidup.
Saat manusia dilahirkan, tidak ada satu pun yang dapat memilih status. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan orang tuanya, ia dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi.
Keadaan ekonomi yang baik memudahkan individu dan kelompok melakukan mobilitas sosial.
Masyarakat yang kondisi ekonominya baik, cenderung lebih mudah melakukan mobilitas sosial. Mereka lebih mudah memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya.
Masyarakat yang kondisi ekonominya baik, cenderung lebih mudah melakukan mobilitas sosial. Mereka lebih mudah memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya.
Kondisi negara yang aman dan damai membuat para pemimpin dapat menjalankan roda pembangunan dengan baik.
Semua rakyat berperan aktif dalam pembangunan. Hal ini jelas mempengaruhi mobilitas sosial warga negara.
Semua rakyat berperan aktif dalam pembangunan. Hal ini jelas mempengaruhi mobilitas sosial warga negara.
Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi orang untuk melakukan gerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya.
Sebaliknya, kesulitas dalam mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus, serta sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.
Sebaliknya, kesulitas dalam mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus, serta sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.
Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin, mencapai status sosial tertentu merupakan hak yang sangat sulit.
Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. Masyarakat yang berpendidikan rendah berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.
Akibatnya tingkat kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan terbatas.
Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. Masyarakat yang berpendidikan rendah berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.
Akibatnya tingkat kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan terbatas.
Diskriminasi berariti pembedaan perlakuan karena alasan perbedaan bangsa, suku, ras, agama, dan golongan.
Pada masa penjajahan, terjadi diskriminasi pemerintah Hindia Belanda terhadap masyarakat Indonesia dan masyarakat keturunan Eropa.
Dalam memperoleh pendidikan, masyarakat Indonesia disediakan pendidikan yang kualitasnya berbeda dengan sekolah untuk orang-orang Eropa. Hal ini tentu mempersulit mobilitas sosial rakyat Indonesia.
Pada masa penjajahan, terjadi diskriminasi pemerintah Hindia Belanda terhadap masyarakat Indonesia dan masyarakat keturunan Eropa.
Dalam memperoleh pendidikan, masyarakat Indonesia disediakan pendidikan yang kualitasnya berbeda dengan sekolah untuk orang-orang Eropa. Hal ini tentu mempersulit mobilitas sosial rakyat Indonesia.
Kalian tentu berpikir, bagaimana caranya agar mobilitas sosial itu terjadi? Setiap orang dapat mewujudkan mobilitas sosial di lingkungan atau instansi tempat ia sedang berkarya.
Sebagai contoh, bagi seorang guru yang sedang bertugas di lembaga pendidikan, ia dapat mewujudkan mobilitas sosial di lembaga pendidikan tersebut.
Seorang politikus di partai politik dapat melakukan mobilitas sosial di partai politik yang ia ikuti.
Berikut ini merupakan contoh saluran-saluran mobilitas sosial.
Sebagai contoh, bagi seorang guru yang sedang bertugas di lembaga pendidikan, ia dapat mewujudkan mobilitas sosial di lembaga pendidikan tersebut.
Seorang politikus di partai politik dapat melakukan mobilitas sosial di partai politik yang ia ikuti.
Berikut ini merupakan contoh saluran-saluran mobilitas sosial.
Pendidikan merupakan saluran bagi mobilitas vertikal yang sering digunakan karena melalui pendidikan orang dapat mengubah statusnya.
Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang mengangkat
seseorang dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi.
Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang
lebih tinggi.
Contoh, seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai jenjang perguruan tinggi.
Setelah lulus, ia memiliki pengetahuan dagang dan menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha.
Setelah ia berhasil menjadi pedagang, secara otomatis status sosialnya juga meningkat
Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang mengangkat
seseorang dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi.
Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang
lebih tinggi.
Contoh, seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai jenjang perguruan tinggi.
Setelah lulus, ia memiliki pengetahuan dagang dan menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha.
Setelah ia berhasil menjadi pedagang, secara otomatis status sosialnya juga meningkat
Banyak contoh orang yang meniti perjuangan karir di organisasi politik dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi.
Sebagai contoh, Presiden Republik Indonesia pertama Ir Sukarno. Ketika mendirikan Partai Nasional Indonesia, Sukarno tidak memiliki jabatan di pemerintahan.
Namun, melalui perjuangan politiknya, Sukarno semakin dikenal rakyat dan penjajah. Pada saat kemerdekaan, Sukarno dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia.
Seorang angota partai politik yang profesional dan punya dedikasi tinggi kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status yang semakin tinggi dalam partainya sampai akhirnya menjadi anggota dewan legislatif.
Sebagai contoh, Presiden Republik Indonesia pertama Ir Sukarno. Ketika mendirikan Partai Nasional Indonesia, Sukarno tidak memiliki jabatan di pemerintahan.
Namun, melalui perjuangan politiknya, Sukarno semakin dikenal rakyat dan penjajah. Pada saat kemerdekaan, Sukarno dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia.
Seorang angota partai politik yang profesional dan punya dedikasi tinggi kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status yang semakin tinggi dalam partainya sampai akhirnya menjadi anggota dewan legislatif.
Kalian dapat menemukan berbagai contoh perjuangan orang-orang di partai politik di sekitar tempat tinggalmu
Organisasi yang bergerak itu antara lain dalam bidang perusahan ataupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal.
Organisasi ekonomi itu antara lain koperasi dan badan usaha.
Kalian tentu memiliki koperasi di sekolahmu. Apa tujuan didirikan organisasi koperasi? Tentu untuk menyejahterakan anggotanya.
Karena itu, koperasi akan melayani kebutuhan anggotanya. Koperasi sekolah tentu akan mengutamakan pelayanan terhadap para peserta didik.
Demikian juga halnya dengan koperasi pasar, petani, nelayan, dan sebagainya.
Melalui organisasi koperasi, kesejahteraan anggota dapat diperjuangkan. Keberhasilan perjuangan koperasi mencerminkan keberhasilan perjuangan anggota-anggotanya
Organisasi ekonomi itu antara lain koperasi dan badan usaha.
Kalian tentu memiliki koperasi di sekolahmu. Apa tujuan didirikan organisasi koperasi? Tentu untuk menyejahterakan anggotanya.
Karena itu, koperasi akan melayani kebutuhan anggotanya. Koperasi sekolah tentu akan mengutamakan pelayanan terhadap para peserta didik.
Demikian juga halnya dengan koperasi pasar, petani, nelayan, dan sebagainya.
Melalui organisasi koperasi, kesejahteraan anggota dapat diperjuangkan. Keberhasilan perjuangan koperasi mencerminkan keberhasilan perjuangan anggota-anggotanya
Contoh organisasi profesi lainnya yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan organisasi profesi lainnya. Kalian dapat menemukan berbagai organisasi profesi yang ada di Indonesia.
Bagaimana organisasi profesi dapat menjadi sarana saluran mobilitas vertikal?
Karena organisasi profesi merupakan himpunan orang-orang yang memiliki profesi yang sama sehingga mereka akan lebih kompak dan kuat memperjuangkan profesinya.
Sebagai contoh, organisasi profesi guru Persatuan Guru Republik Indonesia merupakan salah satu sarana perjuangan para guru dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan guru.
Selain memperjuangkan pendidikan di Indonesia, PGRI juga memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru.
Perjuangan PGRI tentu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia sehingga kesejahteraan guru di Indonesia terus mengalami peningkatan
Bagaimana organisasi profesi dapat menjadi sarana saluran mobilitas vertikal?
Karena organisasi profesi merupakan himpunan orang-orang yang memiliki profesi yang sama sehingga mereka akan lebih kompak dan kuat memperjuangkan profesinya.
Sebagai contoh, organisasi profesi guru Persatuan Guru Republik Indonesia merupakan salah satu sarana perjuangan para guru dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan guru.
Selain memperjuangkan pendidikan di Indonesia, PGRI juga memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru.
Perjuangan PGRI tentu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia sehingga kesejahteraan guru di Indonesia terus mengalami peningkatan
Apakah dampak terjadinya mobilitas sosial? Apabila semua mobilitas sosial bersifat ke atas (social climbing), tentu semua orang akan merasa senang.
Akan tetapi, selalu ada 3 (tiga) kemungkinan mobilitas sosial, yakni ke bawah, ke atas, dan ke samping.
Karena itulah, kalian perlu memahami bahwa dampak terjadinya mobilitas sosial bersifat positif dan negatif.
Akan tetapi, selalu ada 3 (tiga) kemungkinan mobilitas sosial, yakni ke bawah, ke atas, dan ke samping.
Karena itulah, kalian perlu memahami bahwa dampak terjadinya mobilitas sosial bersifat positif dan negatif.
Apakah dampak positif terjadinya mobilitas sosial? Berikut ini beberapa dampak
positif terjadinya mobilitas sosial.
a. Mendorong Seseorang untuk Lebih MajuTerbukanya kesempatan untuk pindah dari strata ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk maju di berbagai bidang.
Kalian dapat membedakan kondisi Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan.
Pada masa penjajahan, banyak rakyat kecil yang tidak memiliki citacita menjadi camat, bupati, atau gubernur. Hal ini karena tidak adanya kesempatan untuk itu.
Bagaimana dengan sekarang? Banyak rakyat kecil kemudian berhasil menjadi pemimpin di berbagai bidang.
b. Mempercepat Tingkat Perubahan SosialMobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
Contoh: Indonesia sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri.
Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Hal itu berarti perlu peningkatan kualitas pendidikan.
Keberhasilan mobilitas sosial di Indonesia berarti membuat orang Indonesia memiliki kedudukan terhormat. Cerdik cendekia yang semakin banyak secara langsung mendorong terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat.
Perubahan yang mudah dilihat, misalnya, pada masyarakat desa.
Penduduk yang berhasil melakukan mobilitas sosial biasanya akan memengaruhi teman-teman atau masyarakat lainnya.
Hal ini berarti secara langsung akan mendorong terjadinya perubahan sosial budaya di desa tersebut.
Penduduk yang sebagian besar berpendidikan rendah, kemudian berpendidikan tinggi akan berpengaruh terhadap gaya hidup dan mata pencaharian mereka.
c. Meningkatkan Integrasi SosialTerjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial. Contohnya, ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup, nilainilai, dan norma-norma yang dianut oleh kelompok orang dengan status sosial yang baru sehingga tercipta integrasi sosial.
Perubahan sosial yang terjadi pada suatu masyarakat akan mendapat respon yang berbeda dari masyarakat lain.
Respon tersebut dapat berupa tentangan, namun juga dapat berupa penerimaan.
Penerimaan pengaruh yang diakibatkan mobilitas sosial tentu merupakan salah satu contoh terjadinya integrasi dalam masyarakat.
positif terjadinya mobilitas sosial.
a. Mendorong Seseorang untuk Lebih MajuTerbukanya kesempatan untuk pindah dari strata ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk maju di berbagai bidang.
Kalian dapat membedakan kondisi Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan.
Pada masa penjajahan, banyak rakyat kecil yang tidak memiliki citacita menjadi camat, bupati, atau gubernur. Hal ini karena tidak adanya kesempatan untuk itu.
Bagaimana dengan sekarang? Banyak rakyat kecil kemudian berhasil menjadi pemimpin di berbagai bidang.
b. Mempercepat Tingkat Perubahan SosialMobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
Contoh: Indonesia sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri.
Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Hal itu berarti perlu peningkatan kualitas pendidikan.
Keberhasilan mobilitas sosial di Indonesia berarti membuat orang Indonesia memiliki kedudukan terhormat. Cerdik cendekia yang semakin banyak secara langsung mendorong terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat.
Perubahan yang mudah dilihat, misalnya, pada masyarakat desa.
Penduduk yang berhasil melakukan mobilitas sosial biasanya akan memengaruhi teman-teman atau masyarakat lainnya.
Hal ini berarti secara langsung akan mendorong terjadinya perubahan sosial budaya di desa tersebut.
Penduduk yang sebagian besar berpendidikan rendah, kemudian berpendidikan tinggi akan berpengaruh terhadap gaya hidup dan mata pencaharian mereka.
c. Meningkatkan Integrasi SosialTerjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial. Contohnya, ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup, nilainilai, dan norma-norma yang dianut oleh kelompok orang dengan status sosial yang baru sehingga tercipta integrasi sosial.
Perubahan sosial yang terjadi pada suatu masyarakat akan mendapat respon yang berbeda dari masyarakat lain.
Respon tersebut dapat berupa tentangan, namun juga dapat berupa penerimaan.
Penerimaan pengaruh yang diakibatkan mobilitas sosial tentu merupakan salah satu contoh terjadinya integrasi dalam masyarakat.
Kalian telah memahami dampak positif terjadinya mobilitas sosial.
Tentu kalian berpikir bahwa mobilitas sosial juga membawa dampak negatif dalam kehidupan masyarakat. Apakah dampak negatif mobilitas sosial?
Tentu kalian berpikir bahwa mobilitas sosial juga membawa dampak negatif dalam kehidupan masyarakat. Apakah dampak negatif mobilitas sosial?
Mobilitas sosial merupakan salah satu perjuangan manusia dan kelompok sosial untuk mencapai posisi sosial yang semakin tinggi.
Dalam hal ini, sangat wajar kalau kemudian timbul persaingan, yang kerap juga memicu konflik.
Dalam perjalanan kehidupan manusia, persaingan tidak dapat dihindarkan.
Persaingan selalu muncul dengan berbagai kategorinya. Bahkan, persaingan bisa menjelma
menjadi konflik.
Perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan mendapat tentangan luar biasa dari penjajah.
Konflik ini tidak dapat dihindarkan bahkan sampai terjadi perang.
Sebagai contoh kecil, perjuangan karyawan bawahan di suatu perusahaan untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi akan menghadapi persaingan dari karyawan lain.
Bahkan, dapat pula berhadapan dengan atasan yang takut kedudukannya digeser.
Contoh lain, perjuangan di dalam partai politik dan antarpartai politik. Semua partai politik berjuang salah satunya untuk memperoleh kekuasaan.
Kondisi ini tentu menimbulkan persaingan yang kadang memunculkan konflik. Kalian tentu masih ingat peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Peristiwa tersebut merupakan salah satu dampak negatif dari ambisi mereka, jabatan, atau kekuasaan yang lebih tinggi.
Persaingan antarpartai politik di Indonesia mengakibatkan konflik yang membahayakan kelangsungan bangsa Indonesia.
Persaingan ataupun konflik perlu disikapi dengan bijaksana. Persaingan tidak dapat dihindarkan, tetapi persaingan yang tidak sehat akan menyebabkan konflik.
Karena itulah, setiap perubahan sosial hendaknya selalu dikelola dengan sikap yang positif.
Dengan demikian, tiap individu atau kelompok sosial yang berhasil atau gagal dalam usaha melakukan mobilitas sosial ke atas sama-sama ikhlas menerima kenyataan.
Dalam hal ini, sangat wajar kalau kemudian timbul persaingan, yang kerap juga memicu konflik.
Dalam perjalanan kehidupan manusia, persaingan tidak dapat dihindarkan.
Persaingan selalu muncul dengan berbagai kategorinya. Bahkan, persaingan bisa menjelma
menjadi konflik.
Perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan mendapat tentangan luar biasa dari penjajah.
Konflik ini tidak dapat dihindarkan bahkan sampai terjadi perang.
Sebagai contoh kecil, perjuangan karyawan bawahan di suatu perusahaan untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi akan menghadapi persaingan dari karyawan lain.
Bahkan, dapat pula berhadapan dengan atasan yang takut kedudukannya digeser.
Contoh lain, perjuangan di dalam partai politik dan antarpartai politik. Semua partai politik berjuang salah satunya untuk memperoleh kekuasaan.
Kondisi ini tentu menimbulkan persaingan yang kadang memunculkan konflik. Kalian tentu masih ingat peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Peristiwa tersebut merupakan salah satu dampak negatif dari ambisi mereka, jabatan, atau kekuasaan yang lebih tinggi.
Persaingan antarpartai politik di Indonesia mengakibatkan konflik yang membahayakan kelangsungan bangsa Indonesia.
Persaingan ataupun konflik perlu disikapi dengan bijaksana. Persaingan tidak dapat dihindarkan, tetapi persaingan yang tidak sehat akan menyebabkan konflik.
Karena itulah, setiap perubahan sosial hendaknya selalu dikelola dengan sikap yang positif.
Dengan demikian, tiap individu atau kelompok sosial yang berhasil atau gagal dalam usaha melakukan mobilitas sosial ke atas sama-sama ikhlas menerima kenyataan.
Seseorang yang memiliki jabatan kadang khawatir kehilangan jabatan. Bahkan pada saat jabatan yang dimiliki sudah lepas, kadang ia tidak rela melepaskan jabatan tersebut.
Banyak orang yang setelah kehilangan jabatan, baik karena diganti maupun karena sudah selesai masa tugasnya (pensiun), menjadi mudah gelisah. Individu yang mengalami keadaan seperti ini termasuk mengalami gangguan psikologis.
Hal tersebut akan membahayakan diri sendiri karena stres yang berkepanjangan akan melahirkan berbagai penyakit psikis dan fisik lainnya
Contoh: darah tinggi, asam lambung, insomnia merupakan penyakit yang salah satunya disebabkan gangguan psikologis.
Gangguan psikologis seperti di atas tentu tidak akan terjadi pada individu yang lapang dada menerima keadaan, dan kemudian bertekad untuk berubah
Banyak orang yang setelah kehilangan jabatan, baik karena diganti maupun karena sudah selesai masa tugasnya (pensiun), menjadi mudah gelisah. Individu yang mengalami keadaan seperti ini termasuk mengalami gangguan psikologis.
Hal tersebut akan membahayakan diri sendiri karena stres yang berkepanjangan akan melahirkan berbagai penyakit psikis dan fisik lainnya
Contoh: darah tinggi, asam lambung, insomnia merupakan penyakit yang salah satunya disebabkan gangguan psikologis.
Gangguan psikologis seperti di atas tentu tidak akan terjadi pada individu yang lapang dada menerima keadaan, dan kemudian bertekad untuk berubah
Komentar
Posting Komentar