Pusat Keunggulan Ekonomi
Apa pengaruh pusat pusat keunggulan ekonomi,terhadap: Migrasi penduduk,Transportasi,Lebaga ekonomi,Pendidikan,Pekerjaan ?
Pengaruh pusat keunggulan ekonomi di Indonesia dalam berbagai bidang antara lain :
a. Migrasi penduduk
Perbedaan karakteristik ruang dan sumber daya yang dimiliki pada berbagai Negara sehingga setiap negara memiliki keunggulan ekonomi mendorong untuk melakukan mobilitas penduduk. Pergerakan tersebut mencakup pula pergerakan sumber daya berupa barang atau komoditas antar negara. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Mereka melakukan mobilitas untuk memperoleh sesuatu yang tidak tersedia di daerah asalnya. Alasan tersebut sangat beragam tetapi umumnya karena alasan ekonomi.
b. Transportasi
Dalam kegiatan transportasi keberadaan pusat keunggulan ekonomi juga membawa pengaruh besar. Kegiatan ekonomi semakin berkembang di berbagai negara dan interaksi sosial antar negara menjadi semakin sering dilakukan. Sebagai contoh Jalan dan infrastruktur dibangun sebagai sarana pendistribusian dari bahan baku atau hasil dari PT Freeport. Di Papua sendiri setelah ada PT Freeport, pada tahun 1971 Freeport membangun Bandar Udara Timika dan pusat perbekalan, kemudian juga membangun jalan-jalan utama sebagai akses ke tambang dan juga jalan-jalan di daerah terpencil sebagai akses ke desa- desa Tahun 1972, Presiden Soeharto menamakan kota yang dibangun secara bertahap oleh Freeport tersebut dengan nama Tembagapura.
c. Lembaga sosial ekonomi
Dalam masyarakat Indonesia yang heterogen terdapat berbagai jenis lembaga sosial di mana satu sama lain saling berhubungan dan saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Masyarakat Indonesia merupakan satu kesatuan dari struktur yang terdapat dalam masyarakat, yang terdiri dari berbagai macam lembaga sosial, stratifikasi sosial, nilai dan norma sosial, dan kelompok - kelompok sosial.
Di dalam kehidupan masyarakat akan terlihat berbagai macam lembaga sosial yang ada, seperti halnya lembaga pendidikan, keluarga, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Hubungan antara lembaga sosial dalam masyarakat tidak selalu sejalan dan serasi. Ketidakcocokan antara berbagai lembaga sosial dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat. Lembaga ekonomi bagian dari lembaga sosial yang mengatur tata hubungan antar individu yang menyangkut pemenuhan kebutuhan pokok manusia. Lembaga ekonomi ialah lembaga yang mempunyai kegiatan bidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat.
Keberadaan pusat keunggulan ekonomi juga berkaitan dengan bermunculannya lembaga sosial ekonomi.
d. Pendidikan
Pendidikan bagian terpenting dari pembangunan nasional. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional terutama untuk perkembangan ekonomi.
Setiap negara berusaha meningkatkan kualitas pendidikan agar menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan mampu bersaing di tingkat internasional. Keunggulan pusat-pusat ekonomi membutuhkan tenaga-tenaga ahli dan terampil.
Sebagai contoh Freeport menetapkan kuota posisi di berbagai departemen untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja oleh lulusan baru dari perguruan tinggi bereputasi, baik di dalam maupun luar negeri, yang memiliki departemen terkait dalam jangka waktu tertentu.
e. Pekerjaan
Dengan tumbuhnya pusat-pusat keunggulan ekonomi maka berdampak bertambahnya produksi barang dalam negeri meningkat apabila pusat keunggulan tersebut mampu menarik minat pasar luar negeri. Kenaikan jumlah produksi tersebut berakibat pada bertambahnya kebutuhan tenaga kerja, sehingga akan memperluas lapangan kerja.
Pembahasan
Pusat keunggulan ekonomi adalah suatu sistem ekonomi dimana pemerintah ikut andi dan berpengaruh dalam mengendalikan kegiatan perekonomian. Indonesia adalah suatu negara yang cukup luas dimana disetiap wilayah memiliki keunggulan masing-masing, seperti :
Wilayah Sumatera : Sentra produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energy nasional
Wilayah Jawa : pendorong industri dan jasa nasional
Wilayah Bali : pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional
Wilayah Kalimantan : pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan lumbung energy nasional
Wilayah Papua Kep. Maluku : pusat pengembangan pangan, perikanan, energy, dan pertambangan nasional.
Dengan adanya pusat keunggulan ekonomi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan cara semakin banyaknya tersedia lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Agara sumber daya manusia yang tersedia dapat bersaing di era globalisasi ini.
Untuk membuat Indonesia lebih maju pada abad 21, Presiden SBY menekankan pembangunan seharusnya memang tak hanya berpusat di Jakarta. Alasannya, semua daerah dan provinsi sebenarnya memiliki potensi dan dapat dibangun bersama secara produktif. Beberapa bukti lain yang menurut SBY patut dibanggakan, misalnya pertumbuhan ekonomi Makassar yang lebih tinggi dari RRT, serta angka kemiskinan Banyuwangi yang mampu dipangkas dari 20 menjadi 9 persen dalam waktu tiga tahun.
Pemerintah menetapkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada tahun 2011 melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011, yang direvisi dengan Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2014. Dengan MP3EI, Indonesia diharapkan dapat menjadi negara maju pada tahun 2025, dengan pendapatan per kapita 14.250 – 15.500 dollar AS, dan nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USD 4,0-4,5 triliun. Namun disadari bahwa peningkatan pendapatan tersebut harus disertai dengan pemerataan dan kualitas hidup seluruh bangsa.
Melalui MP3EI, kegiatan pembangunan dan perekonomian didorong untuk tersebar merata ke seluruh wilayah Indonesia, dan tidak hanya berpusat di bagian barat Indonesia, khususnya Pulau Jawa.
Salah satu strategi utama MP3EI adalah penetapan 6 (enam) koridor ekonomi, yakni Koridor Sumatera, Koridor Jawa, Koridor Kalimantan, Koridor Sulawesi, Koridor Bali-Nusa Tenggara, dan Koridor Papua-Kepulauan Maluku. Penetapan koridor ekonomi tersebut dilakukan berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah.
Pembangunan 6 (enam) koridor ekonomi tersebut dilakukan melalui pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di setiap koridor dengan mengembangkan kluster industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berbasis sumber daya unggulan di setiap koridor ekonomi, disertai dengan penguatan konektivitas antar pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan antara pusat pertumbuhan ekonomi dengan lokasi kegiatan ekonomi serta infrastruktur pendukungnya.
KEK dalam konteks MP3EI, ditetapkan sebagai salah kawasan strategis nasional bidang ekonomi, selain Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas/Free Trade Zone (FTZ).
Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus disebutkan, bahwa KEK adalah kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.
KEK dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional, melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategik. Pengembangan KEK bertujuan untuk mempercepat perkembangan daerah dan sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata, dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Sejauh ini, Pemerintah telah menetapkan 4 (empat) KEK, yakni KEK Tanjung Lesung (ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung), KEK Sei Mangkei (ditetapkan melalui PP Nomor 29 Tahun 2012 tentang KEK Sei Mangkei), KEK Palu (ditetapkan melalui PP Nomor 31 Tahun 2014 tentang KEK Palu) dan KEK Bitung (ditetapkan melalui PP Nomor 32 Tahun 2014 tentang KEK Bitung).
Potensi nilai investasi dalam KEK sangat besar. Dengan berbagai pemberian fasilitas fiskal dan non-fiskal diharapkan dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui KEK tersebut. Sebagai contoh, pada bulan Juli 2013, total investasi untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Sulawesi Tengah dperhitungkan mencapai Rp.40 triliun.
Dengan nilai investasi yang besar tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat lebih cepat tumbuh dan berkembang secara merata di seluruh wilayah Indonesia
Komentar
Posting Komentar